Author: barakahislam
•Saturday, August 07, 2010
Tersenyum aku sendiri
Pada burung yang terbang bebas meninggi
Justeru ku bayangkan
Ia membawa sejauh mungkin sedih sengsara dari hidupku


Tersenyum aku sendiri
Pada ikan yang berenang laju
Justeru ku bayangkan
Ia mengajarku erti bebas dan keyakinan

Tersenyum aku sendiri
Pada awan yang berarak lembut
Justeru ku bayangkan
Ianya simbol mengambil dan memberi


Tersenyum aku sendiri
Pada biru langit terhampar
Justeru ku bayangkan
Betapa indahnya kedamaian dan kelapangan


Tersenyum aku sendiri
Pada alunan merdu tangis sang bayi
Justeru ku bayangkan
Itulah zikir yang mampu ia persembahkan
Sementara menanti susu si ibu

Tersenyum aku sendiri
Pada bersih warna putih
Justeru ku bayangkan
Suatu persamaan yang lumrah
Penghubung antara kasih sayang dan tangisan
Pembuka dan penutup sebuah kewujudan
Kelahiran dan kematian....

Author: barakahislam
•Saturday, June 12, 2010
Mengapa Untuk Dilukai


Aku pun punya sekeping hati
Seperti lelaki lain yang sentiasa senyum
Bangga yang terisi dalam bahagia
Ingin selamanya....

Mengapa itu jua yang kau ingin lukai
Padahal dalam renungku tiada tikaman
Pada lidahku tiada hirisan
Pada jemariku tiada cengkaman
Pada soalanku tiada paksaan
Pun jauh sekali dariku membeban sejuta galasan
Membelah enak di bahumu

Masih ku ingat dalam bayangan
Hingga ku pahat menjadi kenangan
Dalam sesaat menghabisi malamku
Dalam sesaat menunggu sinsing fajarku
Hanya degup jantung mentafsir segalanya
Hatiku parah...berdarah...tangis terhiris
Dalam kelam kabus tirai gerimis

Termanggu aku di hujung pertimbangan
Apakah alam sedang menangisiku
Ataukah aku yang bakal menangisi
Mencari jejak pemergianmu

Ya Allah berikan aku serumpun ketabahan
Untuk kucipta tongkat kesabaran
Kerana aku perlu terus melangkah
Bersama menuju pintu redhaMu.....

*Hakcipta nukilan terpelihara: barakahislam

Author: barakahislam
•Wednesday, December 30, 2009
Di sini
Aku bukan siapa-siapa
Yang bisa kau tafsirkan
Dan aku adalah aku
Sedaya memahami sebuah rintihan
Sekeping hati yang berbisik
Kadang milikku sendiri
Kadang milikmu
Kadangpun milik siapa-siapa

Pernah dulu ku biarkan
Bisik hati ini berlagu lembut
Dalam irama keluh kesah
Setiap saat yang tersaksi
Hanya menjadi pemandang setia
Pada senyum dulu kian terhalau
Dan pada yang tinggal cuma
Sepasang bibir berwarna hambar
Pun tawaan manis tak tersisa
Hangus dibakar marak keangkuhan
Yang terselindung indah
Di sebalik mulus sebuah keayuan

Hanya kata dua bisa ku berikan
Dalam kesopanan berbadai
Antara langkah kita terus seiring
Atau kita yang bakal memerhatikan
Pada serkahan dahan kasih
Gugur tak terkutip

Apa yang pasti
Hati ini meraung dalam bisikan sendiri
Memanggil sebuah kejujuranmu
Mencabut serpihan dahan itu
Tertusuk dalam
Menembusi segala saraf kesabaran
Dan kesetiaanku
Namun apa yang bertandang hanyalah
Titis-titis air mata yang berderai
Utusan suci dari lubuk jiwa

Disini kini
Hatiku berbisik lagi
Suaranya tidak selemah dulu
Penuh ketenangan
Penuh keyakinan
Penuh pengabdian
Cintailah Dia.....
Cintailah Dia.....
Cintailah Dia.....

Nukilan terpelihara: barakahislam/29.12.2009
Author: barakahislam
•Thursday, November 12, 2009
JIWA GURU

Apabila kita seorang guru
Pastikan kita berjiwa guru
Berhati bersih dan suci
Tidak ada benci membenci
Hati dan minda sentiasa terbuka
Tiada dendam dan prasangka


Bila kita berjiwa guru
Pastikan perkataan ini tidak diguna:
"Masa kerja telah habis"
"Itu bukan kerja saya"
"ini bukan kerja murid"
"Saya tidak dapat apa-apa"
"Buat apa susah-susah"
"Cukuplah apa yang kita sudah buat"
"Buat apa kerja rajin-rajin"

Ingatlah !
Sekali kita bergelar cikgu
Perkataan kita jadi ingatan
Kelakuan kita jadi ikutan
Amalan kita jadi panduan

Oleh itu...
Jadilah cikgu berjiwa guru
*Hati bersih sentiasa pemaaf
*Rela bekerja bila-bila masa
kerana sedar kerja itu ibadah kita
*Guru yang mulia mesti berhati mulia
semoga Allah memberkati
semua cikgu yang berjiwa guru
*Semoga semua cikgu berjiwa guru
Author: barakahislam
•Saturday, October 24, 2009
Menangislah mata...
Menyusur liku di alur pipi
Menangislah...jika tangisan mu bisa
Menghanyutkan jauh sejuta keperitan
Sekeping hati lara


Ku tahu kau pedih
Ku tahu kau sedih
Ku tahu kau duka
Ku tahu kau derita


Menangislah mata...
Membasuh kekusaman seraut wajah
Menangislah...jika tangisan mu bisa
Melakarkan kembali sejuta senyuman
Seriak ceria luka

Ku tahu kau ingin tawa
Ku tahu kau ingin manja
Ku tahu kau ingin senda
Ku tahu kau ingin segala


Sahabatku....
Apapun aku dan siapapun kamu
Ingin ku sapu air mata itu
Biarpun beralas sehelai doa
Kerana titisnya menghiris naluri mu
Kerana titisnya meresap resah kalbuku


Sahabatku...
Betapa banyak pun kau izinkan
Gerimis salju luka itu mengalir
Melambai sayu sinar 'ain mu
Namun tetap ku hampar sejadah keyakinanku
Bahawa...
Pada sendu mu ada Dia
Pada tangis mu ada Dia
Pada pilu mu ada Dia
Pada harap mu ada Dia
Pada bisik suara mu ada Dia
Pada segalanya kamu ada Dia....

Author: barakahislam
•Tuesday, October 13, 2009
Ke Laut Cintamu

Di mana setanggi itu…?
Kala merbak baunya meragut fikirku
Kadang mencorak warna mimpi
Tak pernah ku bayangkan

Andai dapat ku cari datangnya
Ingin saja ku harumkan setiap bebayangmu
Yang hadir di depan sedarku
Yang menamu di dahan lenaku
Biar saja ke mana pun kau pergi
Namun tetap kan ku jejaki
Menyusun tapak deria kasihku
Padamu...


Di mana sepoi itu...?
Berlagulah di sepi damai malam
Hembuskan suaramu bersama rinduku
Pekikkan laungan kasihku di telinganya
Biar bergegar denyut nadi
Mengalir pada saraf-saraf rindu
Rindunya untukku...


Di mana cahaya itu...?
Biasan sinar sepasang mata
Terpegun aku
Pada silaunya yang menikam
Menghangat bongkah salju kesepian
Lantas ku biarkan
Seingin mana saat berlalu
Kerana ku tahu sepiku
kian mencair dalam arus rindu
Hanyut
ke laut CINTAmu

Nukilan: zaidi(barakahislam)

Author: barakahislam
•Sunday, October 11, 2009

http://www.youtube.com/watch?v=CKLgGmoJgHQ

Sahabat2ku...,

anak2 muridku...,

saudara maraku...,

muslimin dan muslimat...,

atau siapapun aku dan kamu sekalian...

carilah harga yang tak ternilai di sebalik air mata yang dianugerahkan...